Jagoanku Musim Ini Akhirnya Naik Podium di Losail
![]() |
| sumber: okezonesports |
Olaaaaaa!
I'm back for fulfilling my promise, xoxoxo.
Jadi, sepekan yang lalu aku janji bakal ngeblog soal MotoGP lagi kalau jagoanku musim ini naik podium atau race berlangsung seru. Baca tulisan pekan lalu untuk tahu siapa jagoanku di MotoGP musim ini.
Awkay mari mulai! Selamat baca!
Sejujurnya semalam aku enggak mengikuti balapan dari lap pertama sampai terakhir, karena sibuk baca ebook di ponsel, hehehe. Apalagi semalam saluran Trans7 di televisiku enggak mau disetel alias cuma keluar layar biru, jadilah gagal nonton langsung dari televisi. Lalu, ternyata kakakku menonton live stream di ponselnya. Aku masih terus baca sampai akhirnya menengok ponsel kakakku untuk melihat tersisa berapa lap setelah melihat jam menunjukkan pukul 00.39, yang artinya harusnya masih berlangsung.
Saat itu seingatku tersisa lima lap dan posisi Quartararo di nomor dua, sedikit lagi untuk naik podium. Sebenarnya aku enggak berekspektasi tinggi sejak awal dia bakal naik podium di Losail, mengingat hasil race di Losail pekan lalu, yang rasa-rasanya jauh dari harapan, hehehe. Terlebih Losail itu bisa dikatakan sirkuit "milik" Ducati, bukan Yamaha. Bahkan cukup gilanya pole position ditempati pebalap rookie dari tim Ducati, Jorge Martin. Jadi, cukup mengejutkanku ketika melihat posisi Quartararo yang sedekat itu dengan potensi naik podium. Sementara, saat itu dia diapit duo Ducati Pramac.
Senin siang akhirnya kuputuskan menonton full live race di Youtube. Ternyata justru lebih terkejut lagi selama menonton karena ada drama yang enggak kalah seru dari drama pekan lalu di sirkuit yang sama. Posisi terjauh Quartararo adalah posisi sembilan, tentu saja itu mengejutkanku karena hasil akhirnya dia menjadi yang terdepan. Sejak lap kedelapan, ia secara konsisten menyalip satu per satu pebalap di depannya, pelan tapi pasti. Memasuki lap kedua belas sebuah insiden terjadi antara Joan Mir dan Jack Miller, buah dari ketidaksengajaan Mir menyenggol Miller saat melakukan manuver sebelumnya. Miller seolah "membalas" apa yang dilakukan Mir, keduanya terlihat dengan jelas seperti saling "kontak" beberapa detik. Tentu saja momen itu dimanfaatkan pebalap di belakang mereka untuk menyalip, sehingga Quartararo sendiri terbantu insiden Mir-Miller untuk bisa memasuki lima 'besar'. Butuh belasan lap bahkan untuk berada di posisi itu.
Setelah menyalip Mir-Miller, ia berada di posisi kelima, di belakang pebalap trio Ducati dan satu rekan timnya, Viñales. Dalam hitungan empat lap, pebalap asal Prancis ini akhirnya berhasil "memecah" dominasi Ducati. Memasuki lap kedelapan belas, Jorge Martin, pebalap Ducati Pramac yang posisinya enggak "tersentuh" pebalap lain sebelumnya, harus mengalah dari perlawanan Quartararo. Lap-lap krusial ini membuat race kembali memanas karena persaingan Yamaha dan Ducati. Hingga pada lap terakhir, Quartararo mampu mempertahankan kestabilan performanya mencapai garis finish, diikuti duo Ducati Pramac, Johann Zarco dan Rookie Jorge Martin.
![]() |
| sumber: Google |
Sejak memasuki lap terakhir aku sudah histeria lebih dulu dengan berteriak tanpa suara biar enggak membangunkan orang rumah, hahaha. Pecah telur juga akhirnya. Aku terharu melihat betapa girangnya Quartararo yang akhirnya bisa menang lagi di Qatar. Dalam wawancaranya sebelum naik podium, ia mengungkapkan bahwa tekanan besar dari media enggak main-main, karena ia menanggung ekspektasi untuk menggantikan "kedudukan" seniornya, The Doctor. "Thanks to everyone who believes in me. I've worked hard a lot this pre-season to achieve this goal"—definisi hasil tidak akan mengkhianati usaha. Selamat, jagoanku!



Komentar
Posting Komentar