Lampu Sudah Hijau, Mengapa Kamu Masih Stuck?


"hijau, apakah jika ia menyala kita harus berjalan ke depan?"
umumnya seperti itu, tapi bisasaja tidak. bila kamu masih mau bertahan dengan perasaanmu, terhadap orang yang mungkin sudah melampauimu jauh bermil-mil.
ini bukan membicarakan soal traffic light atau mainan anak kecil yang berwarna-warni. tapi ini bisa menyangkut apa yang pernah kamu jalani.

pernahkah kamu merasa tak bisa berpindah dari memandang seseorang?
atau tak bisa berpindah dari menyimpan harapan pada seseorang?
atau mungkin memiliki perasaan yang masih saja kamu pendam hingga sekarang? 

ibarat saat kamu berhenti di sebuah perempatan yang berhias traffic light, saat itu lampu masih menyala bangganya dengan warna merah. tapi saat ia berevolusi menjadi warna hijau, kamu masih saja terdiam.
entah kamu menyadarinya dengan penuh atau tidak.

tak menunggu lama, teman-teman terbaikmu yang menyadari itu akan segera menyadarkan "ketidak sadaranmu" tentang lampu hijau yang mengisyaratkan kamu untuk harus jalan ke depan.

"bodoh, lampu sudah hijau mengapa kamu masih berhenti?"

suara klakson berbunyi berkali-kali. mungkin itu dalam nyatanya. sama seperti halnya, saat kamu bercerita pada teman terbaikmu mengenai perasaan yang kamu pendam padanya.
tak menunggu lama, teman yang baik akan segera menyenggol sikumu atau menepuk bahumu seraya berkata :

"hidup kamu masih lama, jika tuhan menghendaki sih. di luar sana masih banyak yang lebih baik dari dia. ayolah jangan betindak seperti katak dalam tempurung, ataupun domba dalam habitatnya"

sedikit ada candaan, tapi ia berkata serius padamu. candaan itu agar kamu bisa tertawa dan kamu menyadari saatnya kamu berjalan lurus ke depan. 

“jika kamu memiliki cinta yang tulus untuk dia, bagaimana jika kamu coba untuk memberikannya pada yang lain. Bila sudah terlihat jelas dia tak mempedulikan perasaanmu.

Komentar

Postingan Populer