Aku benci merindumu.
Karena merindumu tak pernah membuatku bahagia.
Merindumu tak pernah membuatmu hadir untuk aku.
Tapi merindumu itu candu.
Semakin tak ingin, menjadi ingin.
Tapi merindumu itu candu.
Semakin tak ingin, menjadi ingin.
Semakin ditahan, malah tak karuan.
Semakin ditentang, malah makin lancang.
Terima kasih, Kamu.
Yang memberi rasa tak tenang ini.

Komentar
Posting Komentar