aku berhenti(titik)

ketika aku sedang menulis ini, aku tak tau apa yang sebenarnya ada dalam fikiranku. aku sedang memendam kagum pada seseorang yang akhir-akhir ini kulihat di kampus. aku menulis ini diiringi lagu-lagu secondhand serenade yang mengalun pelan di earphone hitam memasuki celah pendengaranku. seperti ada sesuatu yang akhirnya membuat tanganku menari diatas keyboard laptop.

sekali lagi aku tak tau apa yang ada di pikiranku saat ini, bahkan aku tak ada niatan untuk menulis malam ini.
aku sedang menaruh kagum pada seorang kakak kelas di kampus, dia satu fakultas denganku. bahkan ketika ospek selesai, aku masih melihat dia di ospek universitas. mungkin ini bonus dari tuhan. dia panitia. dan aku cuma bisa memandangnya dari jauh.

ah, aku benci menaruh kagum pada senior. nanti ujung-ujungnya ya cuma bisa kagum, jadi secret admirer lagi. suka stalking lagi. ah aku sudah bosan dengan kebiasaan itu. tapi aku? si itik buruk rupa ini, bisa apa kalau sudah kagum sama senior? selain cuma senyam-senyum kalau lihat dia lewat. entah kenapa aku betah melihatnya dari jauh.

aku suka, aku suka melihat seorang cowok yang aktif di organisasi. entah di sekolah, kampus, ekskul, atau gabung komunitas lokal. sama seperti dia, ospek fakultas selesai, masih disibukkan dengan ospek universitas. tapi percuma aku bisa apa. kagum sama senior itu bahaya, iyaa bahaya. bahaya, kalau cuma bisa dipendam doang. 

Dan benar ujung-ujungnya aku hanya bisa mengaguminya dari jauh selama beberapa minggu, kemarin ketika mendung menyelimuti kampus dan sebelum hujan turun, Aku melihat seseorang dalam dekapannya, Terima kasih semesta. Terima kasih Tuhan yang MahaBaik, aku berhenti.

Komentar

Postingan Populer