Untukmu Simbah Kakungku*
Aku memang lancang
Memanggilmu seperti itu
Padahal aku tak layak apabila menjadi sekadar cucumu
Kau simbah kakung bagi banyak orang
Kau layak dipanggil seperti itu
Sebab usiamu yang tak lagi seperti siang
Tetapi semangatmu tak pernah mengenal waktu
Kau adalah cerminan seorang bapak yang memiliki cinta yang teramat besar kepada keluargamu
Juga seorang guru yang tulus dengan kasih yang teramat besar kepada murid-muridmu
Aku mengenalmu melalui puisimu
Puisi yang selalu dapat mewakili jutaan perasaan diri di penjuru negeri
Kau selalu mengingatkan agar tak menebar kebencian hanya karena perbedaan dan keberagaman
Ridha, Ridha, Ridha Illahi adalah yang harus selalu kita cari
aku, salah satu dari sekian juta orang yang merindukanmu, mbah kakung
Sungguh, hatiku tentram memandang rupa nan elok itu
jiwa yang selalu sabar mengahadapi segala masalah yang hadir
Jiwa yang juga mendamaikan hati dan mendinginkan pikiran kami
Untuk mbah kakungku, guru dan penyair kecintaanku, semoga engkau sehat selalu seperti dalam do'aku. Semoga engkau tetap mendampingi cucu-cucumu hingga cicit-cicitmu kelak. Dengan sabarmu ikhlasmu, dan segala kearifanmu yang membuat hati banyak orang takhluk. Engkau simbah kakung panutan kami, di usia yang ketujuh puluh dua tahun ini, aku ucapkan selamat ulang tahun. Seperti kata banyak orang pada umumnya, terselip di dalamnya do'a-do'aku untukmu, yang ingin sekali menjumpaimu di satu waktu. Insyaa Allah.
Surabaya, 1437.
*KH. A. Mustofa Bisri / Gus Mus.
Memanggilmu seperti itu
Padahal aku tak layak apabila menjadi sekadar cucumu
Kau simbah kakung bagi banyak orang
Kau layak dipanggil seperti itu
Sebab usiamu yang tak lagi seperti siang
Tetapi semangatmu tak pernah mengenal waktu
Kau adalah cerminan seorang bapak yang memiliki cinta yang teramat besar kepada keluargamu
Juga seorang guru yang tulus dengan kasih yang teramat besar kepada murid-muridmu
Aku mengenalmu melalui puisimu
Puisi yang selalu dapat mewakili jutaan perasaan diri di penjuru negeri
Kau selalu mengingatkan agar tak menebar kebencian hanya karena perbedaan dan keberagaman
Ridha, Ridha, Ridha Illahi adalah yang harus selalu kita cari
aku, salah satu dari sekian juta orang yang merindukanmu, mbah kakung
Sungguh, hatiku tentram memandang rupa nan elok itu
jiwa yang selalu sabar mengahadapi segala masalah yang hadir
Jiwa yang juga mendamaikan hati dan mendinginkan pikiran kami
Untuk mbah kakungku, guru dan penyair kecintaanku, semoga engkau sehat selalu seperti dalam do'aku. Semoga engkau tetap mendampingi cucu-cucumu hingga cicit-cicitmu kelak. Dengan sabarmu ikhlasmu, dan segala kearifanmu yang membuat hati banyak orang takhluk. Engkau simbah kakung panutan kami, di usia yang ketujuh puluh dua tahun ini, aku ucapkan selamat ulang tahun. Seperti kata banyak orang pada umumnya, terselip di dalamnya do'a-do'aku untukmu, yang ingin sekali menjumpaimu di satu waktu. Insyaa Allah.
Surabaya, 1437.
*KH. A. Mustofa Bisri / Gus Mus.

Komentar
Posting Komentar