Lap Terakhir Penuh Drama di Sirkuit Losail
![]() |
| instagram: gpracingindonesia |
Olaaaa!
I'm back! almost a month since my last post xoxo
Seperti yang kalian lihat pada judul dan foto di atas, untuk pertama kalinya dalam sejarah blogging, aku mau ngomongin soal MotoGP. Salah satu cabang olahraga yang cukup kusukai dan kuikuti kejuaraannya tiap musim, meskipun tentu saja aku enggak hafal nama-nama pebalap yang juara dunia tiap musim hahaha. Aku mulai menyukai MotoGP sekira sepuluh tahun yang lalu sepertinya, sumpil aku pun lupa tepatnya tahun berapa. Yang jelas tahun di mana saat The Doctor ada di puncak kejayaannya dan Yamaha masih selalu mendominasi balapan. Meskipun, The Doctor sedang di masa kejayaan dan tentunya jadi idola sejuta umat, tapi entah kenapa aku justru menjagokan yang lain. Mungkin karena bawaan sukanya anti-mainstream kali ya hahaha, jadi saat itu aku memilih Casey Stoner, yang saat itu sudah menjadi bagian dari tim Repsol Honda. Jadi, akhirnya aku pun selalu menjagokan tim Repsol Honda. Siapa pun pebalapnya~
Pandemi memang belum betul-betul berakhir, tapi akhirnya kejuaraan dunia MotoGP memulai musimnya di bulan ini, setelah vakum di tahun lalu. Tentu saja berita ini menggembirakan untuk para penggemar yang sudah merindukan pebalap-pebalap jagoan mereka beraksi di sirkuit. Losail menjadi saksi balapan pertama, sekaligus drama yang seru untuk membuka laga-laga berikutnya. Hasil kualifikasi sebelumnya menempatkan Pecco Bagnaia di pole position, diikuti duo Yamaha Fabio Quartararo dan Maverick Viñales. Pole positionnya sih didominasi Ducati dan Yamaha~ Sejujurnya musim ini aku menjagokan Quartararo, karena Dovisiozo masih vakum musim ini.
Live race dimulai pada pukul 20:00 waktu setempat. Empat lap terlewati, Takaaki Nakagami dari tim Honda Idemitsu mengalami crash. Beruntungnya, enggak mempengaruhi jalannya balapan karena enggak "memakan" korban lain, gapnya dengan pebalap di depan dan di belakang masih cukup jauh. Entah karena untuk pertama kalinya menonton balapan lagi atau bagaimana, aku merasa balapan semalam sangat singkat hahaha. Namuuun, cukup terhibur juga dengan posisi-posisi terdepan yang silih berganti dominasi, dari Yamaha lalu Ducati. Cukup mengagetkan juga di paruh kedua duo Suzuki, Alex Rins dan Joan Mir mulai agresif, sehingga membuat balapan sedikit memanas. Sayangnya, itu juga membuat jagoanku perlahan-lahan mundur ke posisi 5, lalu 6, dan 7.
Di beberapa lap terakhir Viñales mulai memimpin dengan gap yang jauh di depan dan tak mungkin dibuntuti pebalap lainnya, singkatnya potensi naik podium tertinggi tentu sangat besar. Di belakangnya Joan Mir berjuang keras untuk finish di urutan kedua, setelah perjuangannya melewati Quatararo, Bagnaia, dan Zarco. Aku sendiri bahkan mengira ia akan naik podium bersama Viñales, sungguh optimis hahaha. Sayangnya, justru ketika di lap terakhir, setelah tikungan terakhir, tepatnya trek lurus sebelum finish, ia disalip oleh duo Ducati. Akhirnya Pecco Bagnaia dan Johann Zarco finish menempati posisi kedua dan ketiga. GP Qatar pun ditutup dengan drama tragis antara pebalap Suzuki dan Duo Ducati. Podium pun ditempati oleh pebalap-pebalap dari tim Yamaha dan Ducati. Selamat untuk Viñales!


Komentar
Posting Komentar