Jika Kamu Tak Mendapat Hampers

Sumber: Pinterest.

Hampers atau sebutan lebih keren dari parsel, adalah salah satu hal paling lazim yang ikut menjadi serba-serbi lebaran. Setiap tahunnya pun pengemasan hampers mengalami perkembangan, dari keranjang hingga kotak kardus cantik yang biasa disebut gift box. Isinya pun saat ini beragam. Jika dulu biasanya parsel berisi makanan ringan, kue kering, ataupun minuman yang biasa disuguhkan saat lebaran, kini skincare ataupun produk perawatan tubuh yang tergolong sebagai daily product bisa menjadi bagian dari parsel. Pergeseran ini tentu menarik untuk dibahas, tetapi artikel ini tidak akan membahas pergeseran-pergeseran tersebut. 

Istilah mungkin bisa bergeser dan memiliki kesan berbeda. Namun, muatannya tetap sama. Selain menjadi tradisi puluhan tahun, tidak bisa dipungkiri bahwa parsel merupakan 'hadiah' yang istimewa, di luar hari ulang tahun. Bahkan budaya saling memberi atau mengirim parsel ini turut menghapus sekat di antara manusia. Maksudnya, meski lebaran tentu saja menjadi perayaan bagi orang Islam, tapi sukacita dalam mengirim parsel, boleh diikuti dan dirasakan oleh semua orang. Siapa pun sah-sah saja ikut mengirim ataupun menerima parsel, sekalipun sebetulnya ia tidak secara langsung merayakan lebaran. 

Parsel biasanya diberikan dari individu ke individu, tentunya didasari dengan adanya hubungan personal. Misalnya antar teman, rekan kerja, saudara, kolega, ataupun pacar. Namun, budaya memberi parsel ini juga bisa kita lihat pada banyak instansi ataupun perusahaan. Bisa dikatakan hubungan ini sebetulnya didasari hubungan profesional antara bos dengan karyawannya. Selain THR(Tunjangan Hari Raya), parsel juga merupakan fasilitas lain yang kerap didapat para karyawan saat menjelang lebaran. 

Tentu saja memberi atau mengirim hampers (untuk istilah saat ini) dilakukan bukan tanpa tujuan. Sama halnya seperti parsel, biasanya hampers diberikan sebagai tanda terjalinnya hubungan dengan baik. Menerima hampers tentu membuat kita merasa diingat oleh pengirimnya, hal itu menjadi salah satu wujud dalam upaya menjaga hubungan baik yang telah terjalin. Hampers juga mampu membuat penerimanya merasa menjadi sosok yang istimewa, karena ada seorang pengirim yang mengakui eksistensinya.

Namun, hampers tidak menjadi satu-satunya indikator dalam menilai kelayakanmu sebagai manusia. Nilai diri dan nilai guna dirimu sebagai manusia tidak cukup dilihat dari hampers yang kamu terima. Jadi, jika kamu tak mendapat satu pun hampers saat ini, tidak berarti kamu tidak baik atau layak disebut manusia. Bahkan jika kamu tidak sanggup juga memberikannya pada siapa pun, kamu bisa memberi hampers kepada mereka berupa waktu dan tenaga. Itu akan lebih dari cukup bagi siapa pun, meskipun tidak semua orang bisa melihatnya. 

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!
 

Komentar

Postingan Populer