YOU dan Suaruni: Sebuah Batu Loncatan (Bagian 2)
![]() |
| It was a dream, until I start to believe in my own self. |
Olaaaaa!
Aku kembali di penghujung bulan Juli. Aku dalam keadaan yang sangat baik, mental ataupun fisik. Kuharap kalian yang sedang membaca ini juga dalam keadaan yang sama baiknya denganku. Buat yang dalam kondisi kurang baik, semoga lekas membaik dan kembali menjadi lebih kuat.
Di penghujung bulan Juli ini aku berniat untuk melunasi utangku di penghujung awal tahun ini, aku akan melanjutkan sequel dari Anomali Akhir Tahun. Belum baca? Astaga bisa-bisanya! Baca dulu gih! Soalnya sebagai sequel, tentunya biar nyambung waktu baca tulisan ini, kalian kudu baca bagian pertama dulu dong.
Gara-gara sebuah iklan..
Semua berawal dari penggalan reffrain yang tidak sengaja terdengar olehku saat sebuah iklan ponsel pintar ternama yang berasal dari Korea Selatan muncul di layar televisi pada suatu siang. Hmm asik juga nih lagu, kira-kira demikianlah reaksiku pertama kali saat mendengar penggalan lagu itu. Dari ketertarikan itulah aku mulai mencari tahu judul lagu tersebut, yang kemudian kutahu judulnya adalah Dynamite. Akhirnya aku mulai mencari playlist lagu-lagu BTS di Spotify, karena aku punya kebiasaan mendengarkan musik ketika sedang bersiap-siap mau pergi. Ternyata aku belum langsung tertarik dengan trek-trek mereka. Entah mungkin karena sebelumnya aku pun bukan seorang Kpoper, jadi rasanya musik mereka masih teramat asing di telinga...dan agak sulit diterima, awalnya. Sepanjang Oktober seingatku aku tidak lagi mencoba mendengar lagu mereka.
Sampai pada awal November, aku mengalami patah hati. Cukup penting untuk kuberitahukan ke kalian, karena ketika aku mulai baik-baik saja, aku butuh hal-hal yang bisa membantuku pulih. Untuk mengisi kekosongan, entah apa yang memicuku untuk tiba-tiba saja mendengar kembali lagu Dynamite. Tepatnya menonton video musiknya. Kalian tahu kan algoritma Youtube akan menggeret kita ke konten yang serupa dengan video yang baru selesai kita tonton? Nah, dari sanalah aku akhirnya tergeret masuk dan terjebak ke dalam rabbit hole dan tidak ingin keluar, hahaha. Semua ARMY pasti pertama kalinya akan kecanduan menonton konten kompilasi video momen lucu BTS. Karena bisa dibilang itu konten yang paling dicari, jadi tersedia sangat melimpah.
![]() |
| Jungkook, Jin, dan V (Taehyung). |
Setelah menghabiskan beberapa video kebobrokan mereka, akhirnya aku tertarik untuk mencari biodata satu per satu membernya. Jujur saja, menjelang akhir Oktober ternyata aku sudah jatuh cinta lebih dulu pada trio visual: Jin, Jungkook, dan Taehyung. Apakah aku langsung hafal wajah mereka? Oh, tentu tidak, hahaha. Jungkook dan Taehyung di mataku seringkali tertukar, apalagi kalau mereka sudah berganti gaya potongan rambut atau warna. Sekarang sih jangan ditanya, foto dari belakang pun sudah hafal, hahaha. Sementara untuk member lainnya, aku dengan cepat mengingat mereka. Karena menurutku garis muka mereka cenderung mudah dibedakan, apalagi masing-masing punya warna dan karakter suara yang khas. Jadi, hampir tidak mungkin tertukar.
Ternyata Tuhan tuh mau bilang..
Untuk sebagian dari kalian yang punya teman seorang ARMY atau pernah membaca berita soal BTS, mungkin kalian juga paham bahwa BTS dikenal dengan kampanye Love Myself. Kampanye ini merupakan kerja sama yang mereka jalin dengan Unicef. Aku merasa sangat terlambat mengetahui ini, itu sedikit penyesalanku. Kerja sama itulah yang akhirnya membawa mereka ke sidang umum PBB ke-72 di New York dan tentu saja materi dan pesan yang mereka sampaikan di sanalah yang membuatku tertampar kemudian tersadar bahwa aku harus mencintai diriku sendiri. Dari pidato itulah aku pun jatuh hati pada Kim Namjoon, sang leader, yang menyampaikan pidato mewakili anggotanya. Sebagai seorang sapioseksual, memang mustahil bagiku untuk tidak kagum dan jatuh hati pada sosok Kim Namjoon. Terlebih cara dia menyampaikan pesan di momen itu. Coba tonton aja sendiri. What a charismatic and powerful he is.
Setelah menonton pidato itu, Semesta menuntunku untuk mendengarkan lagu-lagu mereka yang memiliki pesan serupa. Sebut saja Epiphany, Answer: Love Myself, dan Awake. Hanya dengan sambutan dari tiga lagu yang terasa seperti lengan terbuka itulah, aku menjadi lebih sadar. Tuhan membangunkan kesadaranku lewat BTS. Mungkin bagi sebagian orang ini terasa konyol, tapi itulah yang terjadi padaku. Karena aku sadar bahwa kepatahhatianku kemarin adalah trigger untukku memulai perjalanan mencintai diri sendiri lebih serius lagi. Sebab, sebetulnya aku sudah mencoba mencintai diriku sendiri sejak masih sekolah. Namun, sejatinya mencintai diri sendiri adalah perjalanan seumur hidup.
BTS, melalui lagu-lagunya mengajakku untuk menerima diriku apa adanya, memaafkan diriku di masa lalu, untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri, memperhatikan diri sendiri sebelum orang lain, menghargai sekecil apa pun usaha yang sudah kulakukan, dan selalu berterima kasih pada diri sendiri. Pelan-pelan aku mulai mampu mengenal diriku, mengetahui nilai-nilai apa yang kupunya, dan menyembuhkan diriku untuk menjadi manusia yang lebih baik. Setiap malam aku mendengarkan lagu-lagu pengantar tidur yang mengikutsertakan tiga lagu tadi sebagai mantra yang meninabobokanku dan membantu memulihkan lukaku pelan-pelan. Sampai kemudian aku mempelajari lagu lainnya yang juga memiliki pesan-pesan serupa.
Tentang YOU dan Suaruni..
Aku pernah bercerita bahwa aku adalah seorang pemimpi ulung, baca ceritanya di sini Cerita Si Pemimpi Ulung. Sejak kecil aku mempunyai mimpi, kecil hingga besar, yang dicatat ataupun cuma diangan-angan. Yang harus dibunuh paksa atau masih terus diusahakan. Aku memang punya banyak mimpi, tapi sekaligus banyak ketakutan. Banyak ketakutanku yang berhasil membisukan keberanianku hingga menyabotase banyak kesempatan. Sebab di masa itu aku belum sepenuhnya berhasil mencintai diri sendiri, aku selalu merasa diriku tidak mampu melakukan apa pun dengan baik, aku tidak merasa memiliki satu keahlian dan prestasi yang bisa dikompetisikan dan dibanggakan.
Banyak mimpi yang dengan terpaksa kukubur sebelum aku sempat menceritakannya kepada siapa pun. Beruntungnya kuburan mimpi itu masih bisa digali. Aku mendapat kekuatan untuk membongkarnya dan membawa beberapa ke permukaan berkat bantuan BTS. Mereka memberi dorongan kekuatan dan keberanian yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Melihat perjalanan mereka dari awal debut hingga kini menjadi yang ditakuti industri musik dunia, membuatku tersadar bahwa tidak ada langkah sia-sia menuju mimpi. Mereka selalu berhasil meyakinkanku bahwa tidak ada mimpi yang tidak layak diupayakan. Mereka selalu memercayai galaksiku, di saat orang lain mungkin menertawakan angan-anganku.
![]() |
| Cuitan yang pernah ditulis RM/Kim Namjoon |
Kalimat itu sudah seperti mantra, kata-kata yang ajaibnya mampu menyihirku menjadi lebih kuat dan seolah tidak takut pada apa pun di hadapanku. Kalimat itu juga kujumpai dalam lirik lagu Magic Shop, tepat pada bagian rap RM tepatnya berbunyi: I do believe your galaxy, I want to hear your melody. Kombinasi itu semua membuatku akhirnya berani (lebih tepatnya nekat) untuk meluncurkan sebuah buku kumpulan puisi (amat) pendek berbahas Inggris secara mandiri dan digital yang berjudul YOU. Entah sebetulnya kadang aku merasa ini seperti bukan diriku, bagaimana bisa aku seberani ini? Sepercaya diri ini? Senekat ini? Lalu, aku menyadari bahwa menjadi berani ternyata menyenangkan dan ternyata inilah aku ketika aku tidak takut lagi. Tidak berhenti di sana, enam bulan setelah menjadi ARMY, aku semakin memantapkan diri untuk membangun dan mengelola podcast. Meski aku sangat mengakui banyak sekali kekurangan, tapi aku merasa bahwa aku masih bisa mengusahakannya, meski tentu saja hasilnya tidak sempurna. Lagi pula, kalau menunggu harus sempurna, sepertinya aku tidak akan pernah memulai.
Jadi, begitulah kira-kira cerita tentang bagaimana aku akhirnya bisa jatuh cinta pada sebuah grup Kpop dan kemudian bucin pada grup bernama Bangtan Sonyeondan atau BTS. Itu hanya sedikit saja, masih ada yang belum aku singgung sama sekali bahkan, misalnya soal teori Bangtan Universe dan pemikiran personal masing-masing member di mataku. Karena ya tentu saja kedua hal itu pun menjadi faktor atau alasan aku mengagumi mereka dan mengapa mereka menjadi sangat menginspirasi dan memotivasiku. Mungkin aku akan ceritakan di lain waktu ya, sebab aku sendiri belum tamat mengenai teori BU, hahaha. Maklum, perjalanan mundur ke belakang sangat jauh dan memahaminya cukup memusingkan lho! hehehe.
Untuk yang mau membaca YOU, silakan klik YOU dan untuk mendengar Suaruni, silakan klik Suaruni.
Terima kasih buat kalian yang sudah baca ceritaku sampai di kalimat ini. Jaga kesehatan supaya kita bisa berjumpa di tulisan berikutnya, sampai jumpa, chingu! xixixi.





Komentar
Posting Komentar